Nafar Awal dan Nafar Tsani: Perbedaan, Syarat dan Jadwal
Nafar Awal adalah meninggalkan Mina pada 12 Zulhijah setelah menyelesaikan lontar jumrah hari itu, dengan ketentuan keluar sebelum matahari terbenam. Nafar Tsani adalah meninggalkan Mina pada 13 Zulhijah setelah lontar jumrah hari tersebut. Keduanya merupakan pilihan dalam rangkaian Haji yang harus dipahami bersama ketentuan mabit, jumrah, dan pengaturan rombongan.
Nafar tidak sama dengan tanggal pulang ke Indonesia. Setelah meninggalkan Mina, jamaah masih perlu memastikan rangkaian ibadah lainnya telah diselesaikan dan mengikuti jadwal perjalanan berikutnya. Artikel ini membantu calon jamaah memahami perbandingan, bukan menentukan sendiri perpindahan di tengah pengaturan petugas.
Apa Arti Nafar dalam Ibadah Haji?
Dalam panduan manasik, nafar berkaitan dengan keberangkatan meninggalkan Mina pada hari Tasyrik. Perbedaan utamanya terletak pada tanggal keluar serta ada atau tidaknya tambahan kegiatan jumrah pada 13 Zulhijah.
Pilihan tersebut dibahas dalam tuntunan manasik dan berkaitan dengan Surah Al-Baqarah ayat 203. Jangan menggunakan istilah “lebih cepat” untuk menganggap kewajiban dapat dilewati. Demikian pula, jangan merendahkan jamaah yang mengikuti pilihan berbeda dengan bimbingan yang benar.
Tabel Perbedaan Nafar Awal dan Nafar Tsani
| Aspek | Nafar Awal | Nafar Tsani |
|---|---|---|
| Waktu meninggalkan Mina | 12 Zulhijah | 13 Zulhijah |
| Ketentuan waktu penting | Setelah lontar hari itu dan keluar sebelum matahari terbenam | Setelah menyelesaikan lontar 13 Zulhijah |
| Jumrah pada 13 Zulhijah | Tidak dalam susunan Nafar Awal yang memenuhi ketentuan | Ada |
| Total kerikil lontaran | 49 butir | 70 butir |
| Fokus persiapan | Kesiapan ibadah dan perpindahan pada 12 Zulhijah | Tambahan persiapan mabit dan jumrah sampai 13 Zulhijah |
Penjelasan Pengadilan Agama Bojonegoro menerangkan bahwa keduanya merupakan pilihan waktu meninggalkan Mina. Untuk pelaksanaan nyata, pahami juga ketentuan manasik yang dijelaskan pembimbing rombongan.
Apa Syarat Penting Nafar Awal?
Pokok yang perlu dipahami adalah menyelesaikan kegiatan jumrah pada 12 Zulhijah, memenuhi kewajiban yang terkait, serta meninggalkan Mina sebelum matahari terbenam sesuai ketentuan. Karena ada batas waktu, persiapan tidak boleh baru dimulai ketika rombongan sudah diminta berangkat.
Bedakan jadwal berkumpul, proses memuat barang, waktu kendaraan bergerak, dan saat keluar dari batas Mina. Menutup tas atau duduk di kendaraan tidak boleh otomatis dianggap menjawab semua syarat. Tanyakan cara pembimbing memastikan pelaksanaannya, terutama bila ada keterlambatan atau perubahan kondisi.
Jika terhambat hingga mendekati atau melewati maghrib, segera laporkan kepada petugas dan pembimbing. Penilaian keadaan serta konsekuensi ibadah memerlukan penjelasan sesuai kasus. Jangan memisahkan diri, menerobos arus, atau mencari kendaraan sendiri demi mengejar batas waktu.
Kenapa Kerikilnya 49 dan 70?
BPKH menjelaskan perbedaan jumlah lontaran: Nafar Awal berjumlah 49, sedangkan Nafar Tsani 70. Perhitungannya berasal dari kegiatan jumrah yang dilakukan pada tanggal berikut.
| Tanggal Zulhijah | Lontaran Pokok | Jumlah Kerikil |
|---|---|---|
| 10 | Jumrah Aqabah/Kubra | 7 |
| 11 | Sughra, Wustha, Kubra; masing-masing 7 | 21 |
| 12 | Sughra, Wustha, Kubra; masing-masing 7 | 21 |
| 13, untuk Nafar Tsani | Sughra, Wustha, Kubra; masing-masing 7 | 21 |
Jadi, 7 + 21 + 21 = 49 untuk Nafar Awal, dan tambahan 21 membuat total Nafar Tsani menjadi 70. Ini adalah jumlah lontaran pokok, bukan alasan membawa batu besar atau melempar beberapa kerikil sekaligus. Pelajari teknis lontar melalui pembimbing.
Kementerian Agama juga membahas kebutuhan kerikil. Simpan kerikil sesuai arahan dan hindari mencari barang dengan cara yang mengganggu keselamatan atau kebersihan area.
Bagaimana Memilih Nafar untuk Rombongan?
Bahas rencana nafar sejak manasik. Tanyakan dasar pertimbangan, jadwal pergerakan, kebutuhan pendamping, dan pengaturan bila anggota keluarga memiliki kondisi berbeda. Jangan berasumsi satu pilihan pasti paling ringan untuk setiap jamaah.
Durasi tinggal di Mina bukan satu-satunya pertimbangan. Kesiapan perpindahan, kemampuan mengikuti jalur, istirahat, serta koordinasi petugas juga penting. Penjelasan yang baik membantu jamaah tahu apa yang disiapkan, bukan hanya menghafal tanggal.
Checklist Sebelum Meninggalkan Mina
- Konfirmasi rencana ibadah. Pastikan Anda memahami nafar yang diikuti dan status kegiatan yang sudah dilakukan.
- Catat jadwal kumpul. Bedakan waktu siap dan perkiraan kendaraan berangkat.
- Siapkan tas kecil. Simpan identitas, obat pribadi, air minum, dan kebutuhan yang digunakan selama perpindahan.
- Periksa pendamping. Sepakati siapa mendampingi orang tua dan siapa membantu membawa barang.
- Pastikan tujuan berikutnya. Simpan alamat dan kontak yang dapat digunakan tanpa internet.
- Laporkan kendala lebih awal. Jangan menunggu rombongan bergerak untuk menyampaikan masalah mobilitas atau barang yang tertinggal.
Gunakan catatan sederhana berisi tiga kolom: kegiatan ibadah, jadwal rombongan, dan perlengkapan. Kolom terpisah membantu Anda melihat apakah persoalan yang muncul memerlukan penjelasan pembimbing ibadah atau bantuan petugas perjalanan.
Nafar Berbeda dari Murur dan Tawaf Wada
Nafar membahas meninggalkan Mina, sedangkan murur berkaitan dengan skema pergerakan di Muzdalifah. Tawaf Wada adalah pembahasan ibadah sebelum meninggalkan Makkah sesuai ketentuannya. Ketiganya berada pada konteks berbeda dan tidak dapat saling menggantikan.
Mintalah pembimbing menjelaskan rangkaian secara utuh: kegiatan sebelum Mina, selama hari Tasyrik, setelah nafar, dan sebelum meninggalkan Makkah. Dengan demikian, selesai satu perpindahan tidak disalahartikan sebagai selesai semua ibadah.
FAQ Nafar Awal dan Nafar Tsani
Nafar Awal tanggal berapa?
Pada 12 Zulhijah setelah lontar jumrah hari tersebut, dengan ketentuan keluar Mina sebelum matahari terbenam.
Apakah Nafar Tsani hanya menambah satu malam?
Ada tambahan rangkaian hingga 13 Zulhijah, termasuk lontar jumrah hari itu. Jangan memahaminya hanya sebagai tambahan menginap.
Apakah selesai Nafar berarti langsung pulang ke Indonesia?
Tidak. Jadwal kepulangan bergantung program, dan jamaah tetap perlu memastikan seluruh rangkaian yang menjadi kewajibannya telah selesai.
Apakah tanggal Masehi musim sebelumnya dapat digunakan untuk Haji berikutnya?
Tidak. Perbandingan ini memakai tanggal Zulhijah. Cocokkan tanggal Masehi serta jadwal operasional dengan informasi resmi musim keberangkatan Anda.
Mulai Langkah Menuju Baitullah Bersama Eltura
🕋 Punya niat Haji atau Umroh, tetapi masih bingung harus mulai dari mana? Ceritakan rencana keberangkatan dan kebutuhan keluarga Anda. Tim Eltura siap membantu menjelaskan pilihan program serta persiapannya.
Konsultasi program Haji & Umroh:
Chat WhatsApp CS Asya atau Chat WhatsApp CS Aulia.
Jangan simpan niat itu sendirian. Bergabunglah dengan komunitas Pejuang Haji & Umroh Eltura untuk mendapatkan informasi terbaru, edukasi, tips persiapan, motivasi, dan kesempatan konsultasi.
🤲 Satu langkah kecil hari ini, insyaallah mendekatkan Anda menuju Baitullah.
Sumber dan Rujukan
- Kementerian Agama/Kemenhaj — Tuntunan Manasik Haji dan Umrah
- Pengadilan Agama Bojonegoro — Arti Nafar Awal dan Nafar Tsani
- BPKH — Perbedaan Nafar Awal dan Nafar Tsani
- Kementerian Agama — Kebutuhan Kerikil Jumrah
Ditinjau pada 3 November 2026. Pelaksanaan ibadah mengikuti bimbingan manasik; jadwal dan layanan perjalanan mengikuti informasi terbaru penyelenggara. Gambar merupakan ilustrasi AI, bukan dokumentasi jamaah atau fasilitas paket tertentu.
