Tata Cara Tawaf Umroh: 7 Putaran dan Cara Menghitungnya

Kategori : Umroh, Panduan Ibadah, Ditulis pada : 02 November 2026, 10:44:45
Ilustrasi Ka’bah dan area tawaf di Masjidil Haram
Ilustrasi Ka’bah dan area tawaf di Masjidil Haram — ilustrasi AI, bukan dokumentasi aktual.

Tawaf Umroh dilakukan dengan mengelilingi Ka’bah tujuh putaran, dimulai dan diakhiri sejajar Hajar Aswad. Bergeraklah berlawanan arah jarum jam sehingga Ka’bah berada di sebelah kiri. Satu putaran baru dihitung lengkap setelah kembali ke titik awal, bukan setiap kali melewati salah satu sudut Ka’bah.

Diperiksa 2 November 2026. Panduan ini untuk belajar sebelum manasik. Kasus khusus dan perbedaan rincian fikih dibahas bersama pembimbing yang mengetahui keadaan jamaah.

Apa bedanya tawaf Umroh dengan tawaf lainnya?

Kemenag menjelaskan tawaf Umroh merupakan bagian dari rangkaian Umroh. Ada pula tawaf ifadah dalam Haji, tawaf qudum, tawaf sunah dan tawaf wada. Jangan menganggap setiap kali mengelilingi Ka’bah harus diikuti seluruh rangkaian Umroh baru.

Untuk pemula, pahami lebih dulu kegiatan yang sedang dijalankan. Tanyakan kepada pembimbing, “Tawaf ini bagian dari Umroh kita atau tawaf sunah?” Jawaban itu membantu jamaah mengikuti tahap berikutnya dengan lebih tertib.

Apa yang perlu disiapkan sebelum masuk jalur tawaf?

Dalam panduan umum manasik Kemenag, jamaah menjaga kesucian dari hadas dan najis serta menutup aurat saat tawaf. Bila ada persoalan khusus seperti haid, sulit menjaga wudhu atau kondisi kesehatan, sampaikan sebelum rombongan mulai. Jangan menentukan keringanan sendiri hanya dari potongan video.

Selain kesiapan ibadah, sepakati hal praktis: siapa pendamping utama, siapa yang mengingat hitungan, di mana bertemu bila terpisah dan bagaimana menghubungi pembimbing. Bawa barang secukupnya agar tidak menyulitkan pergerakan.

Urutan tawaf Umroh yang mudah dipelajari

  1. Pastikan tahap ihram sudah dijalankan. Tawaf merupakan bagian setelah ihram dalam urutan Umroh; ikuti manasik serta rencana rombongan.
  2. Kenali titik sejajar Hajar Aswad. Minta pembimbing menunjukkan acuan awal dengan jelas sebelum menghitung.
  3. Ikuti arah tawaf. Ka’bah berada di sisi kiri, dengan gerakan berlawanan arah jarum jam.
  4. Lewati bagian luar Hijir Ismail. Jangan mengambil jalan pintas memotong area itu ketika mengelilingi Ka’bah.
  5. Hitung satu lingkaran lengkap. Kembali ke garis sejajar awal berarti satu putaran selesai.
  6. Lanjutkan hingga tujuh. Jaga ritme dan koordinasi tanpa mengganggu jamaah lain.
  7. Keluar dengan tertib setelah selesai. Ikuti alur dan arahan pembimbing menuju kegiatan berikutnya.
Ringkasan tujuh putaran tawaf Umroh dan titik penghitungannya
Ringkasan tujuh putaran tawaf Umroh dan titik penghitungannya — infografik ringkasan manasik.

Bagaimana cara menghitung tujuh putaran?

Gunakan satu acuan yang sama sejak awal. Saat baru bersiap sejajar Hajar Aswad, hitungan lengkap masih nol. Setelah mengelilingi Ka’bah dan kembali ke acuan itu, putaran pertama selesai. Ulangi sampai tujuh.

Saran latihan sebelum berangkat: buat simulasi sederhana bersama keluarga. Satu orang menyebut “mulai”, lalu menyebut nomor hanya setelah satu keliling lengkap. Latihan ini membantu membedakan hitungan sudut, langkah, dan putaran.

Jika memakai alat bantu penghitung, ubah angka pada saat yang sama setiap putaran. Jangan menekan sambil membetulkan tas atau berbicara sehingga angka bertambah tanpa disadari. Pendamping tetap perlu memahami cara menghitung, bukan hanya mengikuti layar alat.

Bagaimana jika ragu sudah enam atau tujuh?

Buku manasik Kemenag mengarahkan jamaah yang ragu hitungan tawaf atau sa’i untuk berpegang pada hitungan yang lebih kecil. Jika ragu enam atau tujuh, acuan yang diyakini adalah enam. Bila ada masalah lain atau keraguan baru muncul setelah selesai, minta penjelasan pembimbing sesuai kejadiannya.

Apakah harus mencium Hajar Aswad?

Jangan memaksakan diri atau menyakiti jamaah lain untuk mencapainya. Penjelasan Kemenag tentang Hajar Aswad menyebut pilihan isyarat ketika tidak mampu menyentuh langsung. Pelajari caranya saat manasik agar keinginan mendekat tidak membuat rombongan saling mendorong atau terpisah.

Ilustrasi jamaah mempelajari rencana tawaf bersama pembimbing
Ilustrasi jamaah mempelajari rencana tawaf bersama pembimbing — ilustrasi AI, bukan dokumentasi aktual.

Apa yang dilakukan setelah tawaf?

Panduan Kemenag menganjurkan salat sunah dua rakaat setelah tawaf; bila area dekat Maqam Ibrahim padat, tidak perlu memaksakan salat tepat di jalur pergerakan. Ikuti arahan pembimbing, kemudian lanjutkan sa’i untuk rangkaian Umroh yang sedang dikerjakan.

Jangan langsung meninggalkan kelompok karena melihat tempat yang ingin dikunjungi. Beri tahu pendamping bila perlu jeda, mengambil air minum atau bantuan mobilitas. Urusan penghitungan dan perpindahan sebaiknya disepakati sebelum masuk keramaian.

FAQ tawaf Umroh

Tawaf berapa putaran?

Tujuh putaran lengkap mengelilingi Ka’bah.

Di mana mulai menghitung tawaf?

Pada acuan sejajar Hajar Aswad. Satu putaran selesai saat kembali sejajar acuan itu.

Ka’bah di sebelah kanan atau kiri?

Di sebelah kiri ketika bergerak mengikuti arah tawaf.

Apakah harus dekat sekali dengan Ka’bah?

Jangan memaksakan posisi yang membahayakan. Ikuti jalur yang tersedia dan arahan pembimbing.

Bisakah memakai kursi roda?

Layanan bantuan mobilitas tersedia. Atur jalur, pendamping dan ketentuan layanan sebelum memulai.

Belajar manasik sebelum berangkat bersama Eltura

Sampaikan pertanyaan ibadah dan kebutuhan pendampingan saat manasik. Pelajari paket Umroh Eltura, lalu minta jadwal, itinerary dan fasilitas terbaru melalui kontak resmi Eltura Travel.

Sumber dan rujukan

Baca Juga:

Cari Blog

10 Blog Terbaru

10 Blog Terpopuler

Kategori Blog

Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id