Bisnis Oleh-Oleh Haji dan Umroh 2027: Produk Laris dan Cara Mulai
Bisnis oleh-oleh Haji dan Umroh 2027 menarik karena permintaannya tidak hanya datang saat musim Haji. Keberangkatan Umroh berlangsung sepanjang tahun, sedangkan jamaah dan keluarga membutuhkan paket hadiah, makanan, perlengkapan ibadah, serta souvenir sebelum dan sesudah perjalanan.
Peluangnya juga sedang mendapat dukungan ekosistem. Kementerian Haji dan Umrah mengembangkan Haji dan Umrah Store serta rangkaian expo untuk menghubungkan produk UMKM dengan pasar jamaah. Namun, bisnis ini tetap perlu dimulai dengan perhitungan, kepatuhan, dan uji pasar—bukan sekadar mengikuti tren.
Mengapa Bisnis Oleh-Oleh Haji dan Umroh Menarik?
Satu jamaah biasanya menyiapkan oleh-oleh untuk keluarga besar, tetangga, rekan kerja, atau komunitas. Karena itu, pembelian sering berbentuk paket berjumlah banyak, bukan satu barang. Selain itu, sebagian jamaah ingin mengurangi beban bagasi dan memilih memesan oleh-oleh dari Indonesia sebelum berangkat.
Pada 2026, pemerintah memperluas akses UMKM melalui Haji dan Umrah Store. Bali Expo juga memfasilitasi 30 UMKM mengikuti kurasi untuk masuk ke platform tersebut. Ini menunjukkan bahwa pasar oleh-oleh mulai bergerak menuju produk yang lebih tertata, dapat ditelusuri, dan siap dijual secara digital.
Produk Oleh-Oleh Haji dan Umroh yang Banyak Dicari
| Kategori | Contoh produk | Hal yang perlu dicek |
|---|---|---|
| Makanan | Kurma, kacang, kismis, biskuit, cokelat | Halal, izin/label, masa simpan, asal produk |
| Ibadah | Sajadah, tasbih, mukena, peci | Bahan, ukuran, jahitan, ketahanan |
| Wewangian | Parfum dan minyak wangi | Komposisi, label, keamanan, pemasok |
| Souvenir | Gantungan kunci, pouch, paper bag, kartu ucapan | Kualitas cetak, minimum order, waktu produksi |
| Hampers | Paket ekonomis, keluarga, premium | Isi, kemasan, ongkir, keamanan pengiriman |
Jangan menulis “asli Makkah”, “asli Madinah”, atau “produk Arab Saudi” tanpa bukti asal barang. Kejujuran asal produk justru membantu membangun kepercayaan jangka panjang.
Lima Model Bisnis yang Bisa Dipilih
1. Reseller produk jadi
Anda membeli dari distributor lalu menjual kembali. Model ini mudah dimulai, tetapi margin, keaslian produk, dan kestabilan stok sangat bergantung pada pemasok.
2. Pre-order paket oleh-oleh
Pesanan dikumpulkan lebih dulu sebelum barang dibeli atau dikemas. Model pre-order menekan risiko stok, tetapi membutuhkan jadwal produksi dan komunikasi yang disiplin.
3. Jasa kurasi dan hampers
Nilai jual berasal dari pemilihan isi, desain kemasan, kartu ucapan, dan kemudahan pembagian. Model ini cocok bagi orang yang kuat dalam desain dan pelayanan.
4. Produk merek sendiri
Pelaku usaha membuat atau mengemas produk dengan merek sendiri. Potensi diferensiasinya lebih besar, tetapi tanggung jawab atas mutu, label, legalitas, dan konsistensi juga meningkat.
5. Affiliate atau dropship
Anda memasarkan produk tanpa menyimpan stok. Pastikan sistem pencatatan, komisi, retur, kualitas pengiriman, dan kepemilikan konten promosi dijelaskan sejak awal.
Cara Menghitung Harga Jual dan Modal
Hitung seluruh biaya, bukan hanya harga barang. Rumus sederhananya:
Biaya pokok per paket = barang + kemasan + tenaga + pemasaran + cadangan kerusakan + biaya transaksi.
Harga jual = biaya pokok + margin yang wajar.
Contoh simulasi: isi produk Rp85.000, kemasan Rp12.000, tenaga dan pemasaran Rp8.000, serta cadangan kerusakan Rp5.000. Biaya pokok menjadi Rp110.000. Jika menggunakan margin 25%, harga jual simulasi menjadi Rp137.500 sebelum ongkir. Angka ini hanya contoh; biaya aktual harus dihitung berdasarkan pemasok dan wilayah Anda.
Tujuh Langkah Memulai dari Rumah
- Tentukan target: jamaah yang akan berangkat, jamaah yang baru pulang, keluarga, majelis taklim, atau mitra travel.
- Pilih satu hingga tiga paket dengan rentang harga jelas.
- Verifikasi pemasok, sampel, label, masa simpan, dan kebijakan retur.
- Foto produk asli; jangan mengambil gambar pihak lain tanpa izin.
- Gunakan pre-order dengan uang muka dan jadwal pengiriman tertulis.
- Catat biaya serta laba setiap pesanan, termasuk diskon dan barang rusak.
- Minta ulasan, dokumentasikan proses, lalu tambah kapasitas secara bertahap.
Kewajiban Halal dan Keamanan Produk
BPJPH menyatakan implementasi Wajib Halal mulai 18 Oktober 2026 mencakup makanan-minuman serta sejumlah kategori lain sesuai ketentuan. Penjual harus memeriksa status produk, bukan hanya mengandalkan kata “halal” pada materi promosi pemasok.
Untuk makanan, periksa kemasan utuh, tanggal kedaluwarsa, kondisi penyimpanan, nomor izin yang relevan, komposisi, dan informasi produsen. Jangan menjual produk yang tidak jelas asalnya hanya karena kemasannya terlihat “Arab”.
Strategi Mendapatkan Pembeli Tanpa Spam
- Buat katalog paket berdasarkan jumlah penerima: 25, 50, atau 100 orang.
- Tampilkan isi, ukuran, merek, asal produk, dan waktu pengiriman secara jelas.
- Buat konten checklist oleh-oleh dan perbandingan paket, bukan promosi harga setiap hari.
- Bekerja sama dengan komunitas, alumni jamaah, majelis taklim, dan mitra perjalanan.
- Minta izin sebelum mengirim penawaran melalui WhatsApp.
- Gunakan testimoni nyata dan jangan membuat angka penjualan palsu.
Hubungkan Bisnis Produk dengan Kemitraan Eltura
Pelaku usaha oleh-oleh biasanya memiliki jaringan keluarga dan komunitas yang kuat. Jaringan tersebut dapat berkembang menjadi layanan informasi perjalanan Haji dan Umroh, selama dijalankan melalui perusahaan yang memiliki prosedur jelas.
Eltura Travel membuka peluang menjadi mitra pemasaran Haji dan Umroh dengan potensi komisi hingga Rp10 juta per jamaah yang berangkat, sesuai produk dan ketentuan tertulis. Nilai maksimum tersebut bukan jaminan pendapatan. Fokus utama mitra tetap pada edukasi, transparansi, pembayaran resmi, dan pelayanan jamaah.
Perluas Relasi melalui SILATNAS #3 Eltura Travel

SILATNAS #3 Eltura Travel diselenggarakan pada Sabtu, 21 November 2026, pukul 08.00 sampai selesai, di Zodiak Hotel Bandung. Peserta akan mempelajari layanan Haji–Umroh, digital marketing, teknik closing, pembaruan produk dan kebijakan, serta peluang kolaborasi.
Harga Early Bird Rp450.000 berlaku sampai 14 November 2026. Dengan mendaftar lebih awal, peserta menghemat Rp50.000 dibanding harga On The Spot Rp500.000 dan memiliki waktu menyiapkan katalog, kartu nama, serta pertanyaan bisnis sebelum bertemu peserta lain.
Daftar langsung: bit.ly/Daftar-SILATNAS3
Konsultasi melalui WhatsApp Asya atau WhatsApp Aul.
FAQ Bisnis Oleh-Oleh Haji dan Umroh
Berapa modal bisnis oleh-oleh Haji?
Tidak ada angka yang berlaku untuk semua orang. Modal bergantung pada produk, jumlah paket, kemasan, dan sistem penjualan. Pre-order dapat mengurangi kebutuhan stok, tetapi tetap memerlukan sampel dan dana operasional.
Apakah bisnis oleh-oleh hanya laku saat musim Haji?
Tidak. Pasar Umroh berlangsung sepanjang tahun. Produk seperti kurma, sajadah, tasbih, dan hampers juga dapat dipasarkan saat Ramadan, Idulfitri, acara keluarga, atau kegiatan komunitas.
Apakah produk harus berasal dari Arab Saudi?
Tidak. Produk Indonesia dapat menjadi pilihan selama asal, mutu, dan labelnya dijelaskan dengan jujur. Pemerintah justru mendorong produk nasional masuk ke ekosistem Haji dan Umroh.
Bisakah bisnis oleh-oleh digabung dengan kemitraan travel?
Bisa jika peran dan transaksinya dipisahkan dengan jelas. Penjualan produk dikelola sebagai usaha barang, sedangkan layanan perjalanan harus mengikuti prosedur perusahaan travel resmi.
Kesimpulan
Bisnis oleh-oleh Haji dan Umroh 2027 dapat dimulai dari rumah dengan model yang ringan: satu target pasar, sedikit paket, pemasok terverifikasi, dan sistem pre-order. Pertumbuhan baru dilakukan setelah data penjualan menunjukkan produk mana yang benar-benar dibutuhkan. Kemitraan dan networking membantu memperluas pasar, tetapi kepercayaan tetap dibangun melalui mutu, kejujuran, serta pelayanan.
Baca Juga:
- Contoh Kata-Kata Promosi Umroh di WhatsApp yang Menarik dan Tidak Spam
- Cara Follow Up Calon Jamaah Umroh agar Cepat Closing Tanpa Memaksa
- Komisi Agen Umroh Berapa? Cara Kerja dan Potensi Penghasilannya
- SILATNAS #3 Eltura Travel 2026: Harga, Jadwal, dan Benefit
Sumber: Kemenhaj—Bali Expo dan kurasi Haji dan Umrah Store, Kemenhaj—Produk Indonesia dan Haji dan Umrah Store, serta BPJPH—Wajib Halal Oktober 2026.
