Peluang UMKM Haji dan Umroh 2027: Produk dan Cara Memulainya
Peluang UMKM Haji dan Umroh 2027 tidak hanya berada pada penjualan paket perjalanan. Pelaku usaha Indonesia juga dapat masuk melalui perlengkapan ibadah, makanan dan minuman, busana muslim, kerajinan, oleh-oleh, logistik, teknologi, hingga layanan pendukung jamaah.
Momentumnya semakin terlihat pada Oktober 2026. Kementerian Haji dan Umrah menggelar rangkaian Expo UMKM dan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah. Yogya Expo melibatkan 121 UMKM, sedangkan Bali Expo mempertemukan 58 pelaku usaha dan memfasilitasi 30 UMKM mengikuti proses kurasi menuju Haji dan Umrah Store.
Mengapa Peluang UMKM Haji dan Umroh Sedang Membesar?
Pada 26 September 2026, Menteri Haji dan Umrah menyebut potensi perputaran ekonomi Haji dan Umrah Indonesia sekitar Rp80 triliun per tahun. Angka itu menggambarkan ekosistem yang luas, bukan keuntungan yang otomatis diterima setiap pelaku usaha.
Peluang ini menguat karena kebutuhan jamaah hadir sebelum keberangkatan, selama perjalanan, dan setelah kembali ke Indonesia. Pemerintah juga sedang mendorong agar lebih banyak kebutuhan tersebut dipenuhi produk nasional dan pelaku UMKM daerah.
| Tahap perjalanan | Kebutuhan jamaah | Contoh peluang UMKM |
|---|---|---|
| Sebelum berangkat | Persiapan, edukasi, dan perlengkapan | Kain ihram, mukena, tas perjalanan, kelas manasik, konten edukasi |
| Selama perjalanan | Kenyamanan dan mobilitas | Travel kit, produk kesehatan sesuai izin, katering, logistik, teknologi |
| Setelah pulang | Oleh-oleh dan dokumentasi | Hampers, makanan kemasan, album, souvenir, pengiriman |
Produk dan Layanan yang Berpeluang Dikembangkan
1. Perlengkapan ibadah dan travel kit
Produk yang menyelesaikan kebutuhan praktis biasanya lebih mudah diuji. Contohnya kain ihram, mukena ringkas, tas sandal, sabuk ihram, sajadah tipis, botol minum, pouch dokumen, dan paket perlengkapan yang dikelompokkan menurut kebutuhan jamaah.
2. Makanan, minuman, dan pangan olahan
Katering, makanan siap santap, bumbu, camilan, kurma, kacang, serta paket konsumsi dapat masuk ke pasar jamaah maupun rantai pasok yang lebih besar. Pelaku usaha harus memperhatikan keamanan pangan, masa simpan, konsistensi rasa, kapasitas produksi, pelabelan, dan sertifikasi halal.
3. Busana muslim dan produk tekstil
Gamis, koko, kerudung, pakaian ihram, kaus rombongan, jaket, sandal, dan aksesori perjalanan memiliki peluang karena dibutuhkan sebelum keberangkatan. Keunggulan produk tidak harus selalu berupa harga murah; ukuran yang inklusif, bahan nyaman, dan pengiriman tepat waktu sering lebih penting.
4. Kerajinan, souvenir, dan hampers
UMKM dapat mengembangkan tasbih, sajadah, kotak hadiah, kerajinan kayu, paper bag, atau paket oleh-oleh yang mudah dibagikan. Hindari klaim “produk asli Arab Saudi” jika asal produknya tidak dapat dibuktikan.
5. Jasa digital, pemasaran, dan dokumentasi
Ekosistem ini juga membutuhkan desain, foto-video, pengelolaan media sosial, website, CRM, pencatatan prospek, serta materi edukasi. Layanan digital cocok bagi orang yang tidak mempunyai stok barang, tetapi memiliki keterampilan komunikasi dan teknologi.
Cara UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umroh
- Pilih masalah yang spesifik. Jangan memulai dengan terlalu banyak produk. Pilih satu kebutuhan, misalnya travel kit lansia, hampers kepulangan, atau camilan berkemasan individual.
- Validasi kepada calon pengguna. Tanyakan kepada alumni jamaah, pembimbing, komunitas, dan travel tentang produk yang sering dicari atau dikeluhkan.
- Siapkan legalitas dasar. Periksa NIB, izin edar, label, sertifikasi halal, merek, dan ketentuan produk sesuai kategori usaha.
- Buat contoh produk dan katalog B2B. Sertakan spesifikasi, harga grosir, minimum pemesanan, kapasitas bulanan, waktu produksi, kebijakan retur, dan kontak usaha.
- Uji dalam skala kecil. Gunakan sistem pre-order atau proyek percobaan agar modal tidak tertahan pada stok yang belum terbukti laku.
- Bangun bukti kepercayaan. Dokumentasikan proses produksi, ulasan, ketepatan pengiriman, dan kemampuan menangani pesanan ulang.
- Ikuti kurasi dan business matching. Pantau pengumuman resmi pemerintah, expo, Haji dan Umrah Store, komunitas bisnis, serta forum kemitraan.
Apa Itu Haji dan Umrah Store?
Haji dan Umrah Store diperkenalkan sebagai kanal digital untuk memperluas akses pasar produk Indonesia dalam ekosistem Haji dan Umrah. Keikutsertaan tetap melalui proses dan ketentuan yang berlaku. Masuk kurasi bukan jaminan penjualan; UMKM tetap harus bersaing pada kualitas, harga, kapasitas, pelayanan, dan keandalan pasokan.
Perhatikan Kewajiban Halal Mulai Oktober 2026
BPJPH menjelaskan bahwa mulai 18 Oktober 2026 cakupan wajib halal meliputi berbagai kategori, termasuk makanan-minuman, kosmetik, produk kimia tertentu, suplemen, barang gunaan, sandang dan aksesori, serta perlengkapan ibadah sesuai ketentuan. Karena klasifikasi produk dapat berbeda, pelaku usaha sebaiknya memeriksa kewajiban produknya melalui kanal resmi BPJPH dan tidak sekadar menyalin label milik pemasok lain.
Peluang Menjadi Mitra Eltura Travel
Bagi masyarakat yang lebih tertarik pada layanan perjalanan daripada produksi barang, Eltura Travel membuka peluang kemitraan pemasaran Haji dan Umroh. Mitra membantu edukasi, konsultasi awal, pencatatan prospek, dan pendampingan komunikasi melalui prosedur perusahaan.
Tersedia peluang komisi hingga Rp10 juta per jamaah yang berangkat, bergantung pada produk dan ketentuan tertulis. Kata “hingga” menunjukkan batas peluang maksimum pada program tertentu, bukan penghasilan yang dijamin untuk setiap prospek atau pendaftaran.
Belajar dan Membangun Relasi di SILATNAS #3 Eltura Travel

SILATNAS #3 Eltura Travel mengangkat tema Level Up the Partnership Journey: Connect, Sinergy, Collaborate. Acara berlangsung pada Sabtu, 21 November 2026, pukul 08.00 sampai selesai, di Zodiak Hotel, Jalan Kebon Kawung No. 54, Bandung.
Peserta akan mempelajari layanan Haji–Umroh, digital marketing, teknik closing, pembaruan produk dan kebijakan, serta membangun relasi dengan sesama mitra. Harga Early Bird Rp450.000 berlaku sampai 14 November 2026, lebih hemat Rp50.000 dibanding On The Spot Rp500.000.
Daftar sekarang: Formulir SILATNAS #3
Tanya melalui WhatsApp Asya atau WhatsApp Aul.
FAQ Peluang UMKM Haji dan Umroh
Apakah UMKM harus memiliki travel Haji–Umroh sendiri?
Tidak. UMKM dapat memasok produk atau jasa pendukung tanpa menjadi penyelenggara perjalanan. Untuk menjual paket perjalanan, ikuti status, izin, dan prosedur penyelenggara resmi.
Produk apa yang paling mudah dimulai?
Mulailah dari produk yang dekat dengan kemampuan usaha dan dapat diuji melalui pre-order, seperti hampers, travel kit, makanan kemasan, busana, desain, atau dokumentasi.
Apakah masuk Haji dan Umrah Store menjamin penjualan?
Tidak. Kanal digital memperluas akses pasar, tetapi hasil tetap bergantung pada kurasi, kualitas, harga, kapasitas, promosi, dan kepuasan pembeli.
Apakah menjadi Mitra Eltura sama dengan menjadi PIHK atau PPIU?
Tidak. Mitra berperan dalam pemasaran dan pendampingan komunikasi sesuai sistem perusahaan. Penyelenggaraan, kontrak, pembayaran, dokumen, dan keberangkatan mengikuti prosedur perusahaan berizin.
Kesimpulan
Peluang UMKM Haji dan Umroh 2027 terbuka bagi produsen barang maupun penyedia layanan. Cara memulainya bukan dengan mengejar seluruh pasar sekaligus, tetapi memilih satu kebutuhan jamaah, menyiapkan legalitas dan mutu, menguji produk, lalu membangun kemitraan yang terukur. SILATNAS #3 dapat menjadi ruang untuk memperluas pemahaman dan relasi sebelum mengambil langkah bisnis berikutnya.
Baca Juga:
- Peluang Bisnis Haji 2027: Cara Jadi Mitra Travel Resmi
- Bisnis Travel Umroh untuk Pemula: Modal, Risiko, dan Legalitas
- SILATNAS #3 Eltura Travel 2026: Harga, Jadwal, dan Benefit
Sumber: Kemenhaj—Yogya Expo, Kemenhaj—Bali Expo, dan BPJPH—Wajib Halal Oktober 2026.
