Terminal 4 Bandara Jeddah Mulai Beroperasi: Jemaah Umroh Wajib Cek Terminal

Kategori : informasi, Berita terbaru, Umrah, Ditulis pada : 02 Oktober 2026, 10:52:58

Terminal 4 Bandara Jeddah Mulai Beroperasi: Jemaah Umroh Wajib Cek Terminal

Jawaban singkat: Terminal 4 Bandara Internasional King Abdulaziz Jeddah mulai beroperasi secara bertahap sejak 27 September 2026. Perpindahan dilakukan berdasarkan maskapai dan kebutuhan operasional. Karena itu, jemaah Haji dan Umroh tidak boleh menganggap semua penerbangan otomatis menggunakan Terminal 4. Periksa terminal pada e-ticket, konfirmasi kepada maskapai atau travel, dan cek kembali menjelang keberangkatan.

Terminal baru dalam alur operasional bandara dapat membantu membagi kepadatan penumpang. Namun, masa transisi juga membuat informasi lama lebih mudah tertinggal. Nama bandara saja belum cukup. Jemaah perlu mengetahui terminal keberangkatan dan kedatangan yang benar.

terminal-4-bandara-jeddah-umroh-eltura.jpg

Ringkasan Terminal 4 Bandara Jeddah

Informasi Keterangan
Mulai beroperasi Bertahap sejak 27 September 2026
Nama bandara King Abdulaziz International Airport, Jeddah
Luas Terminal 4 Sekitar 97.000 meter persegi
Kapasitas tahunan Hingga sekitar 15 juta penumpang
Fasilitas terkait jemaah Area khusus untuk proses check-in kelompok Haji dan Umroh
Apakah semua maskapai pindah? Tidak. Perpindahan dilakukan bertahap sesuai rencana operasional
Apa yang harus dilakukan jemaah? Periksa e-ticket, maskapai, terminal, jam berkumpul, dan arahan travel

Apa Itu Terminal 4 Bandara King Abdulaziz Jeddah?

Terminal 4 merupakan fasilitas penumpang di Bandara Internasional King Abdulaziz atau King Abdulaziz International Airport, Jeddah. Bandara berkode JED ini menjadi salah satu pintu utama bagi jemaah internasional yang menuju Makkah.

Saudi Press Agency melaporkan bahwa pengoperasian Terminal 4 dimulai bertahap pada Minggu, 27 September 2026. Terminal tersebut memiliki luas sekitar 97.000 meter persegi dan kapasitas hingga 15 juta penumpang per tahun.

Terminal 4 dilengkapi sistem operasional dan fasilitas modern. Salah satu bagian yang relevan bagi perjalanan ibadah adalah fasilitas khusus untuk pemrosesan check-in kelompok Haji dan Umroh.

Pengoperasian ini dilakukan setelah Bandara King Abdulaziz mencatat 53,4 juta penumpang sepanjang 2025. Penambahan kapasitas dibutuhkan untuk mendistribusikan pergerakan penumpang dan memperlancar proses perjalanan di tengah pertumbuhan penerbangan serta kunjungan Umroh.


Apakah Semua Penerbangan Umroh Pindah ke Terminal 4?

Tidak. Ini merupakan informasi terpenting yang perlu dipahami jemaah.

Terminal 4 beroperasi melalui proses perpindahan bertahap. Jeddah Airports Company menyebut rencana tersebut mencakup maskapai asing dari Terminal Utara, beberapa maskapai asing dari Terminal 1, serta penerbangan tertentu dari kompleks Terminal Haji dan Umroh.

Pada tahap awal, maskapai yang dijadwalkan berpindah mencakup Wizz Air, AJet, SalamAir, Fly Jinnah, Nesma Airlines, Akasa Air, SyrianAir, Pegasus Airlines, Azerbaijan Airlines, dan Tunisair. Daftar ini bukan daftar permanen seluruh maskapai Terminal 4. Maskapai tambahan dapat dipindahkan pada fase berikutnya sesuai kebutuhan operasional.

Karena itu, jemaah Indonesia tidak boleh menyimpulkan terminal hanya berdasarkan artikel, pengalaman rombongan sebelumnya, atau jenis perjalanan Umroh. Dua rombongan yang sama-sama menuju Jeddah dapat menggunakan terminal berbeda apabila maskapai, nomor penerbangan, atau tanggalnya berbeda.


Apakah Garuda, Saudia, atau Maskapai Transit Eltura Menggunakan Terminal 4?

Belum dapat disamaratakan.

Informasi awal mengenai perpindahan Terminal 4 tidak berarti seluruh penerbangan Garuda Indonesia, Saudia, Etihad Airways, Qatar Airways, Emirates, atau maskapai lain yang biasa digunakan jemaah Indonesia otomatis berpindah ke sana.

Penentuan terminal dapat bergantung pada:

  • maskapai yang mengoperasikan penerbangan;
  • nomor dan rute penerbangan;
  • tanggal keberangkatan atau kepulangan;
  • pengaturan bandara;
  • penerbangan reguler atau grup; dan
  • perubahan operasional pada hari perjalanan.

Jika tiket menampilkan nama maskapai pemasaran dan maskapai pengoperasi yang berbeda, minta travel menjelaskan maskapai yang benar-benar menerbangkan pesawat. Informasi terminal harus dicocokkan dengan penerbangan aktual, bukan hanya logo pada brosur.

Untuk memahami perbedaan rutenya, baca panduan Umroh direct dan transit.


Mengapa Jemaah Wajib Mengecek Terminal?

Bandara King Abdulaziz memiliki beberapa fasilitas terminal. Pada masa perpindahan bertahap, informasi pada catatan lama, pesan grup sebelumnya, atau panduan tidak resmi bisa berbeda dari kondisi aktual.

Datang ke terminal yang keliru dapat menghabiskan waktu untuk mencari informasi dan berpindah lokasi. Bagi rombongan besar, lansia, pengguna kursi roda, atau jemaah dengan banyak bagasi, perubahan kecil dapat menjadi lebih rumit.

Pemeriksaan terminal membantu jemaah:

  1. tiba di titik penurunan yang benar;
  2. menemukan konter check-in sesuai penerbangan;
  3. berkumpul bersama rombongan tepat waktu;
  4. mengurangi perpindahan yang tidak diperlukan;
  5. mengatur bantuan kursi roda lebih baik;
  6. memastikan bagasi diproses pada konter yang sesuai; dan
  7. mengikuti arahan tour leader tanpa kebingungan.

Cara Mengecek Terminal Penerbangan Umroh

1. Periksa e-ticket terbaru

Gunakan dokumen tiket yang paling baru. Jika terdapat perubahan jadwal atau penerbitan ulang, informasi pada tiket lama bisa tidak lagi menjadi acuan.

Periksa:

  • kode bandara JED;
  • nomor penerbangan;
  • tanggal dan jam;
  • maskapai pengoperasi;
  • terminal jika sudah tercantum; dan
  • status tiket pergi serta pulang.

Jika tiket belum diterima, gunakan panduan hak jemaah ketika tiket Umroh belum terbit.

2. Konfirmasi kepada maskapai atau travel

Tanyakan terminal menggunakan nomor penerbangan dan tanggal yang tepat. Hindari pertanyaan terlalu umum seperti, “Maskapai ini biasanya di terminal berapa?” Terminal penerbangan tertentu dapat berubah.

Pertanyaan yang lebih jelas adalah:

“Untuk penerbangan nomor … pada tanggal … dari atau menuju Jeddah, terminal yang digunakan apa?”

3. Ikuti briefing tour leader

Dalam perjalanan grup, travel atau tour leader biasanya mengatur jam berkumpul, transportasi, penurunan bagasi, dan proses check-in. Simpan pesan pembaruan serta jangan berangkat sendiri ke terminal lain tanpa koordinasi.

4. Cek ulang mendekati waktu perjalanan

Lakukan pemeriksaan kembali sebelum berangkat dari hotel menuju bandara. Perubahan operasional dapat terjadi setelah itinerary awal dibagikan.

5. Tunjukkan tiket kepada petugas resmi jika ragu

Jika sudah berada di bandara dan informasi tidak jelas, tunjukkan e-ticket kepada petugas resmi bandara atau staf maskapai. Jangan menyerahkan paspor, uang, atau kode pribadi kepada orang yang tidak dapat diidentifikasi.

group-check-in-jemaah-umroh-jeddah-eltura.jpg

Fasilitas Group Check-in untuk Haji dan Umroh

Terminal 4 disebut memiliki fasilitas khusus untuk memproses check-in kelompok jemaah Haji dan Umroh. Fasilitas ini relevan karena perjalanan ibadah sering melibatkan rombongan besar dengan waktu keberangkatan yang sama.

Secara praktis, group check-in dapat membantu pengelompokan jemaah, dokumen, serta bagasi. Namun, keberadaan fasilitas tersebut tidak menghapus kewajiban jemaah untuk datang tepat waktu dan mengikuti arahan penyelenggara.

Jemaah tetap perlu:

  • memasang identitas bagasi yang diberikan travel;
  • menjaga paspor dan boarding pass;
  • tidak meninggalkan rombongan tanpa memberi tahu pendamping;
  • mengingat titik kumpul;
  • mematuhi batas jumlah serta berat koper; dan
  • memberitahukan kebutuhan bantuan mobilitas sejak awal.

Untuk persiapan koper, baca aturan bagasi Garuda bagi jemaah Umroh. Ketentuan aktual tetap mengikuti maskapai dan tiket masing-masing.


Terminal 4 Jeddah Berbeda dengan Terminal 2F Soekarno-Hatta

Jemaah Indonesia perlu membedakan dua informasi berikut:

  • Terminal 2F Soekarno-Hatta merupakan terminal khusus yang digunakan untuk operasional penerbangan jemaah Umrah dan Haji Khusus dari Jakarta sejak 1 Juli 2026 sesuai kebijakan Indonesia.
  • Terminal 4 King Abdulaziz Jeddah merupakan terminal di Arab Saudi yang mulai beroperasi bertahap sejak 27 September 2026.

Satu itinerary dapat melibatkan keduanya, tetapi fungsinya berada di negara dan bandara berbeda. Jangan menyalin informasi terminal keberangkatan Jakarta ke bagian penerbangan Jeddah.

Contoh sederhananya:

Tahap perjalanan Informasi yang diperiksa
Berangkat dari Indonesia Bandara, Terminal 2F atau terminal yang tercantum, titik kumpul, waktu check-in
Tiba di Jeddah Terminal kedatangan, titik pengambilan bagasi, petugas penjemputan
Pulang dari Jeddah Terminal keberangkatan terbaru, konter maskapai, waktu berkumpul
Tiba di Indonesia Terminal kedatangan dan titik penjemputan keluarga

Panduan untuk Jemaah Lansia dan Pengguna Kursi Roda

Masa perpindahan terminal perlu diantisipasi lebih awal bagi jemaah dengan mobilitas terbatas. Informasikan kebutuhan kursi roda kepada travel sebelum hari keberangkatan atau kepulangan.

Keluarga dapat menyiapkan:

  • obat penting dalam tas kabin sesuai ketentuan;
  • salinan itinerary dan kontak tour leader;
  • pakaian atau kebutuhan dasar untuk perjalanan;
  • label identitas pada tas;
  • pendamping yang mengetahui kondisi kesehatan; serta
  • waktu tambahan untuk proses check-in dan pemeriksaan.

Jangan memisahkan jemaah lansia dari kelompok hanya untuk mempercepat proses. Koordinasi yang jelas lebih penting daripada bergerak lebih dahulu tanpa mengetahui titik pertemuan berikutnya.

Panduan lengkap tersedia pada artikel Umroh untuk lansia.


Checklist Sebelum Menuju Bandara Jeddah

Sebelum kendaraan berangkat dari hotel, periksa kembali:

  • e-ticket terbaru;
  • nomor penerbangan dan jam keberangkatan;
  • terminal yang dikonfirmasi;
  • waktu serta lokasi berkumpul;
  • paspor dan dokumen perjalanan;
  • boarding pass jika sudah tersedia;
  • jumlah serta berat bagasi;
  • label koper rombongan;
  • obat dan kebutuhan selama perjalanan;
  • bantuan kursi roda bila diperlukan;
  • nomor tour leader; dan
  • perubahan terakhir dari maskapai atau travel.

cek-terminal-tiket-umroh-eltura.jpg

Persiapan Perjalanan Umroh Bersama Eltura Travel

Perubahan terminal merupakan bagian dari dinamika operasional penerbangan. Jemaah tidak perlu panik, tetapi perlu menerima informasi yang jelas dan mengikuti pembaruan perjalanan.

Saat berkonsultasi dengan Eltura Travel, Bapak/Ibu dapat menanyakan maskapai, direct atau transit, bandara keberangkatan, waktu berkumpul, jatah bagasi, serta alur pendampingan rombongan. Terminal aktual akan mengikuti e-ticket dan informasi operasional penerbangan terkait.

Lihat pilihan paket Umrah Eltura Travel atau hubungi tim Eltura Travel untuk memperoleh penjelasan program sesuai waktu, kondisi keluarga, dan kebutuhan perjalanan.

Eltura Travel — Melayani Sepenuh Hati.


Kesimpulan

Terminal 4 Bandara Jeddah mulai beroperasi bertahap sejak 27 September 2026. Terminal seluas sekitar 97.000 meter persegi tersebut memiliki kapasitas hingga 15 juta penumpang per tahun dan fasilitas group check-in untuk jemaah Haji serta Umroh.

Namun, tidak semua penerbangan otomatis pindah ke Terminal 4. Penempatan berlangsung bertahap dan dapat berbeda menurut maskapai, penerbangan, tanggal, serta kebutuhan operasional.

Langkah paling aman adalah menggunakan e-ticket terbaru, mengecek maskapai pengoperasi, mengonfirmasi terminal menjelang perjalanan, dan mengikuti arahan travel atau tour leader. Persiapan sederhana tersebut membantu jemaah menjaga waktu, bagasi, dan kebersamaan rombongan.


Pertanyaan yang Sering Diajukan

Kapan Terminal 4 Bandara Jeddah mulai beroperasi?

Terminal 4 mulai beroperasi secara bertahap pada 27 September 2026.

Apakah semua jemaah Umroh akan menggunakan Terminal 4?

Tidak. Terminal ditentukan berdasarkan maskapai, nomor penerbangan, tanggal, dan pengaturan operasional bandara.

Maskapai apa saja yang pindah ke Terminal 4?

Tahap awal mencakup sejumlah maskapai seperti Wizz Air, AJet, SalamAir, Fly Jinnah, Nesma, Akasa Air, SyrianAir, Pegasus, Azerbaijan Airlines, dan Tunisair. Daftar dapat berkembang sesuai rencana operasional.

Apakah Garuda Indonesia dan Saudia menggunakan Terminal 4?

Jangan berasumsi. Periksa e-ticket dan konfirmasikan penerbangan aktual melalui maskapai atau travel karena informasi awal tidak menyatakan seluruh penerbangan kedua maskapai otomatis pindah ke Terminal 4.

Bagaimana cara mengecek terminal penerbangan Umroh?

Periksa e-ticket terbaru, gunakan nomor penerbangan dan tanggal ketika menghubungi maskapai atau travel, lalu cek kembali sebelum berangkat menuju bandara.

Apa fasilitas Terminal 4 untuk jemaah Haji dan Umroh?

Terminal 4 memiliki fasilitas khusus untuk pemrosesan group check-in jemaah Haji dan Umroh, selain sistem operasional serta fasilitas penumpang modern.

Apakah Terminal 4 Jeddah sama dengan Terminal 2F Soekarno-Hatta?

Tidak. Terminal 4 berada di Bandara King Abdulaziz, Jeddah. Terminal 2F berada di Bandara Soekarno-Hatta, Indonesia.

Apa yang harus dilakukan jika terminal pada tiket dan informasi grup berbeda?

Segera tanyakan kepada tour leader atau travel dan minta konfirmasi berdasarkan penerbangan terbaru. Jangan berpindah terminal sendiri tanpa koordinasi.

Sumber

  1. Saudi Press Agency — Terminal 4 at King Abdulaziz International Airport Commences Operations
  2. Saudi Gazette — Jeddah Airport Begins Gradual Operations at Terminal 4
  3. Kementerian Haji dan Umrah RI — Jemaah Umrah dan Haji Khusus melalui Terminal 2F Soekarno-Hatta

Cari Blog

10 Blog Terbaru

10 Blog Terpopuler

Kategori Blog

Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id